|
|
Sosial Ekonomi
|
 |
Perkembangan kondisi
perekonomian kab. Karangasem dapat dilihat dari indikator-indikator
ekonomi makro sbb:
1. Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi kabupaten Karangasem dua tahun terakhir
ini menunjukkan kecendrungan yang meningkat , walaupun
peningkatannya tidak terlalu tinggi hal ini sangat di
maklumi karena sejak pertengahan tahun 1997 negara kita
termasuk Karangasem pada awalnya mengalami krisis moneter
yang kemudian berkembang menjadi krisis ekonomi secara
umum, sehingga mempengaruhi nilai PRDB.
Pertumbuhan ekonomi dilihat dari PRDB kabupaten Karangasm
tahun 2000 mencapai 2,47 % (Menurut harga konstan 1993)
sedangkan pendapatan perkapita mencapai Rp. 3,11 juta.
|
|
| |
|
2. Struktur Ekonomi
Struktur Ekonomi suatu daerah sangat di tentukan oleh besarnya
peranan masing-masing sektor ekonomi dalam memproduksi barang
dan jasa di wilayah tersebut. Struktur yang terbentuk dari
nilai tambah yang di ciptakan oleh masing-masing sector
mengambarkan ketergantungan suatu daerah terhadapa kemampuan
produksi dari masing-masing sector. Dengan mengetahui peranan
masing-masing sektor maka dapat diketahui potensi masing-masing
sektor ekonomi di kabupaten Karangasem.
Adapun peranan masing-masing sektor dapat dilihat dari distribusi
presentase PRDB. Berdasarkan PRDB atas dasar harga berlaku,
sektor pertanian masih memegang peranan penting di Kab.
Karangasem, pada tahun 2000 besarnya 35,35 % terhadap total
PRDB di susul oleh sektor jasa sebesar 20,67 % dan urutan
ketiga yang besarnya17,92 ditempati oleh sektor perdagangan,
hotel, dan restoran. Sektor lain yang peranannya cukup besar
adalah sektor industri pengolahan 7,65 % bangunan, 3,69
pengangkutan, dan komunikasi 9,36% sektor keuangan, persewaan,
dan jasa perusahaan 3,42 % dan sektor lainnya dibawah 2,00
%.
|
Secara umum kontribusi sektor-sektor tersebut dapat dibagi
menjadi 3 sektor besar meliputi :
- Sektor Primer yang meliputi : Pertanian dan pertambangan (36,64
%)
- Sektor Sekunder dan Tersier yang meliputi : industri pengolahan,
listrik , gas, dan air bersih, bangunan (11,79 %)
Dari kontribusi tersebut jika dilihat dari tahun sebelumnya yang
mengalami peningkatan adalah pada sektor sekunder dan tertier.
Hal ini tampak logis karena perkembangan perekonomian suatu daerah
akan berdampak kepada perubahan pada struktur ekonomi daerah tersebut
yaitu dari agararis perlahan-lahan akan menuju ke sektor jasa.
Pelaksanaan program penigkatan peningkatan
produksi pertanian di kabupaten karangasem meliputi 4 sektor :
1. Tanaman Pangan
2. Peternakan
3. Perikanan
4. Perkebunan
Peningkatan produksi pertanian tanaman pangan di laksanakan melalui
intensifikasi, diversifikasi, eksensifikasi, dan rahabilitasi
melalui komoditas padi, palawija, sayuran dan buah-buahan.
Pekembangan produksi tanaman pangan
di kab. Karangasem tahun 1997-2000 sbb:
a. Padi
Tahun 1997 : 69.259 Ton
Tahun 1998 : 2.516 Ton
Tahun 1999 : 54.650 Ton
Tahun 2000 : 62.603 Ton
Tahun 2001 akhir nov: 48.496 ton. |
b. Jagung
Tahun 1997 : 27.031 Ton
Tahun 1998 : 52.516 Ton
Tahun 1999 : 20.153 Ton
Tahun 2000 : 24.091 Ton
Tahun 2001 akhir nov : 23.084 ton. |
c. Ubi Kayu
Tahun 1997 : 107.341 Ton
Tahun 1998 : 154.782 Ton
Tahun 1999 : 89.024 Ton
Tahun 2000 : 85.437 Ton
Tahun 2001 akhir nov : 95.358 ton. |
| |
|
|
d. Kacang tanah
Tahun 1997 : 6.854 Ton
Tahun 1998 : 7.922 Ton
Tahun 1999 : 7.002 Ton
Tahun 2000 : 5.764 Ton
Tahun 2001 akhir Nov : 5.678 ton. |
e. Kedelai
Tahun 1997 : 534 Ton
Tahun 1998 : 590 Ton
Tahun 1999 : 197 Ton
Tahun 2000 : 384 Ton
Tahun 2001 akhir nov : 127 ton. |
f. Kacang Ijo
Tahun 1997 : 32 Ton
Tahun 1998 : 45 Ton
Tahun 1999 : 27 Ton
Tahun 2000 : 552 Ton
Tahun 2001 akhir nov : 24 ton. |
| |
|
|
Ditinjau dari produksi beras saja ketersediaan pangan di kab.
Karangasem tidak mencukupi kebutuhan seluruh penduduk tetapi jika
seluruh produksi komoditi selain beras seperti ubi, ubi jalar,
dan jagung jika di equivalent dengan beras maka ketersediaannya
melebihi dari kebutuhan penduduk.
|
 |
|
|