Home Kontak Kami
Profil
  Selayang Pandang
  Peta Wilayah
  Lambang & Maskot
  Sosial Ekonomi
  Kependudukan
  Sarana dan Prasarana
Pemerintahan
  Visi & Misi
  Kebijakan
  Program
  Eksekutif
  Legislatif
Pariwisata
  Objek Menarik
  Hotel
  Restaurant & Bar
  Atraksi Wisata
Potensi Investasi
  Pariwisata & Budaya
  Pertanian
  Perindustrian
  Peternakan
  Perikanan dan Kelautan
  Potensi Pendukung Investasi
  Rekomendasi Investasi

Investasi Bidang Pariwisata

Pengembangan Kawasan Candidasa

Sesuai Perda No 8 Tahun 2003, yakni penetapan Kawasan Pariwisata Candidasa yang membentang dari Pantai Bias Tugel ( Desa Padang Bai ) ke arah Timur sampai Pantai Jasri Kelod, sepanjang 24 km dengan kedalaman 1 km dari garis pantai. Luas efektif Kawasan Pariwisata Candidasa adalah 2400 Ha. Potensi investasi di wilayah ini adalah Pantai Padang Bai, Pantai Buitan - Sengkidu, Pantai Candidasa, Pantai Pasir Putih Jasri.

Salah satu potensi yang ada di Kawasan Pariwisata Candidasa adalah pengembangan Pantai Bias Putih. Pantai Bias Putih adalah salah suatu pantai yang merupakan teluk di antara dua perbukitan kecil yang memiliki pasir berwama putih. Pantai yang berkombinasi dengan kawasan perbukitan ini merupakan wilayah antara dua desa yaitu Desa Pertima dan Desa Bugbug Kecamatan Karangasem, merupakan pangkalan jukung - jukung (Perahu tradisional) nelayan masyarakat setempat.

Dalam perkembangannya pantai Bias Putih telah dikunjungi banyak wisatawan mancanegara yang datang hanya sekadar menikmati keindahan alam sambil berjemur di tepi pantai ataupun berjalan-jalan di sepanjang pantai.Areal pantai Bias Putih dengan wilayah pengembangannya memiliki tofografi yang sangat spesifik, di sebelah utara, barat dan selatan pantai dengan pasir putih itu merupakan daerah perbukitan, sehingga Pantai Bias Putih seolah merupakan sebuah teluk perbukitan yang memberikan suasana kehidupan yang tenang dan nyaman bagi penghuni lingkungan ini.

Lokasi ini merupakan daerah yang dilalui jalur mata rantai obyek wisata yang sudah berkembang di Kabupaten Karangasem, yaitu Obyek Wisata Padangbai - Tenganan -Candidasa - Bias Putih - Tirtagangga - Puri Agung Karangasem - Taman Ujung.Di sekitarnya merupakan desa - desa tua yang memiliki ragam budaya dan adat istiadat yang merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara, merupakan faktor pendukung yang memperkuat potensi wilayah pengembangan.

Potensi investasi di ketiga kawasan pariwisata tersebut di atas adalah pendirian sarana dan prasarana pariwisata berupa hotel berbintang, restauran dan fasilitas lainnya.

Pengembangan Agrowisata Kebun Salak Sibetan

Sibetan merupakan desa yang mempunyai nama besar di Kabupaten Karangasem dan sangat identik dengan "Buah Salak". Buah dengan bentuk khas, kecil bersisik dengan rasa manis yang khas merupakan produk unggulan petani di Desa Sibetan dan banyak dijual di pasar - pasar tradisional Bali untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat. Belakangan ini buah salak juga telah menjadi salah satu sajian istimewa di hotel - hotel berbintang di Bali. Ketertarikan wisatawan dengan buah salak dengan beraneka ragam macam fenomena yang ada di tempat buah itu dibudidayakan menjadikan Sibetan sebagai daerah yang potensial untuk obyek wisata dengan sebutan trendy wisata pertanian salak (Salaca Agrotourism).

Desa Sibetan terletak di Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem yang berjarak ± 83 Km dari Kota Denpasar atau 15 Km dari Kota Amlapura. Dengan ketinggian 500 meter di atas permukaan laut, Desa Sibetan memiliki luas wilayah 11,25 Km2

Letak kawasan agrowisata sangat strategis karena berdekatan dengan Kota Amiapura, Kota Semarapura, Kota Bangli dan Kota Gianyar, dan cukup dekat juga dengan Kota Denpasar. Dari segi hubungan transportasi dapat digolongkan sangat lancar karena dihubungkan dengan jalur utama Amiapura - Sibetan - Rendang - Besakih yang merupakan salah satu jalur mata rantai Obyek Wisata di Kabupaten Karangasem.

Keadaan alam dan lingkungan desa sangat indah dan lestari karena suasana udara sedang dan menyegarkan, panorama alam yang mempesona yaitu panorama Gunung Agung di sebelah utara Desa Sibetan dan jika memandang ke arah selatan akan terlihat dari atas beberapa desa di Kecamatan Manggis, Pantai Padangbai, bentangan laut yang luas, perbukitan yang membujur ke laut sangat mempesona sehingga Desa Sibetan memiliki daya tarik wisata yang terpadu dan saling menunjang seperti:

- Wisata Agro yaitu bentuk kegiatan pariwisata yang memanfaatkan usaha agro sebagai obyek dan daya tarik    wisata
- Wisata Alam yaitu bentuk kegiatan pariwisata yang memanfaatkan keindahan alam sebagai daya tarik wisata.

Pengembangan Kawasan Ujung

Kawasan Pariwisata Ujung ini terbentang dari Desa Ujung, Tumbu, Pantai Seraya Barat, Pantai Seraya Timur sepanjang 15 Km dengan kedalaman 1,5 Km dari garis pantai, yang merupakan wilayah Kecamatan Karangasem, dengan luas kawasan 2.250 Ha. Dengan bentangan pantai berpasi hitam Kawasan wisata ini tidak kalah menawannya dibandingkan dengan kawasan wisata lainnya yang ada di Kabupaten Karangasem, ditunjang lagi dengan seni budaya yang khas masyarakat setempat merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara untuk tinggal di kawasan ini.

Pantai Yeh Kali Desa Seraya Barat merupakan salah satu pantai di Kawasan Pariwisata Ujung yang merupakan daerah tujuan wisata dengan atraksi wisata yang lengkap . Pantai ini berjarak hanya 5 Km ke arah selatan Kota Amiapura dan ±80 Km dari Kota Denpasar. Dengan dilalui jalur lintas pantai Seraya Barat - Seraya Timur - Jemeluk - Culik, maka daerah ini dapat dikatakan memiliki tingkat aksesbilitas yang cukup untuk dikembangkan menjadi Di dekat lokasi ini terdapat Obyek Wisata Sukasada Taman Ujung yang mulai dibangun pada tahun 1919 dan diresmikan penggunaannya pada tahun 1921 oleh raja Karangasem. Taman Sukasada Ujung telah direvitalisasi oleh Pemda setempat dan rampung pada Tahun 2004. Pada awalnya Taman Ujung digunakan oleh Raja Karangasem sebagai tempat peristirahatan atau menjamu tamu-tamu penting seperti raja-raja atau Kepala Pemerintahan Negara Asing yang berkunjung ke Karangasem.

Mayarakat yang berada pada Kawasan Pariwisata Ujung memiliki adat istiadat dan kebudayaan yang khas, seperti prosesi ritual keagamaan, adanya tari Gebug Ende, yang dapat dijadikan atraksi wisata budaya, juga kehidupan nelayan tradisional yang berpangkalan di sekitar pantai tersebut merupakan atraksi wisata yang memiliki daya tarik khusus.

Pengembangan Kawasan Tulamben
Salah satu kawasan pariwisata dengan daya tarik utama pemandangan bawah lautnya adalah Kawasan Pariwisata Tulamben. Kawasan Pariwisata Tulemben berlokasi di Kecamatan Kubu telah banyak dikenal oleh wisatawan penggemar wisata bahari. Di kawasan ini tepatnya di Obyek Wisata Bahari Tulamben terdapat bangkai kapal perang US Libertiy yang tenggelam pada Perang Dunia II. Bangkai kapal tersebut menjadi habitat bagi kehidupan laut maupun ikan - ikan tropik yang indah.

Luas Kawasan Pariwisata Tulamben 2000 Ha, berjarak sekitar 20 km ke arah utara Kota Amlapura, dapat juga ditempuh melalui jalur lingkar Amiapura - Ujung - Seraya Kusambi - Amed - Culik. Kawasan wisata yang sudah cukup dikenal di kalangan wisata selam baik domestik maupun mancanegara ini memiliki panorama bawah laut yang sangat indah dengan beragam ikan hias yang jarang ditemui di laut di daerah lain, sehingga berbagai kegiatan wisata bahari dapat dikembangkan di kawasan ini, seperti diving, snorkeling, sailing, fishing dan sebagainya.

Masyarakat setempat yang hampir seluruhnya merupakan nelayan, merupakan sumber daya yang potensial yang dapat dijadikan modal utama dalam pengembangan kawasan wisata bahari. Dukungan penuh dari masyarakat yang juga telah tersentuh oleh pengembangan pariwisata mengakibatkan minimalnya kendala yang kemungkinan akan dihadapi di lapangan dalam pelaksanaan pengembangan wisata bahari.


Dari potensi daerah yang dimiliki serta kebutuhan pengembangan pariwisata bahari di kawasan pariwisata Tulamben ini, maka peluang investasi yang mungkin dapat dikembangkan adalah pembangunan dermaga di daerah Jemeluk yang nantinya menunjang pengembangan wisata bahari di Kawasan Pariwisata Tulamben

 

LINK KABUPATEN LAIN DI BALI :
bali - denpasar - badung - gianyar - bangli - klungkung - buleleng - jembrana - tabanan
 
  Copyright © 2005. Pemerintah Kabupaten Karangasem. All rights reserved