|
Dalam bidang industri kecil, Kabupaten Karangasem
memiliki peluang yang sangat potensial untuk dikembangkan.
Hal ini didukung oleh ketersediaan bahan baku untuk
industri kecil serta adanya ketersediaan tenaga kerja
yang sangat murah. Hasil kerajinan yang selama ini
ditekuni oleh sebagian masyarakat Kabupaten Karangasem
sangat mendukung terbentuknya industri kecil dalam
bidang kerajinan.
Sejalan dengan perkembangan produk industri kerajinan
Kabupaten Karangasem, dapat disajikan profil industri
kerajinan sebagai berikut:
1. Kerajinan Anyaman Ate
Lokasi sentra anyaman ate: Kecamatan Karangasem,
Manggis, Bebandem, Abang, . Jumlah unit usaha : 4.454
unit Tenaga kerja: 5.710 orang.Investasi : Rp. 985.656.510,00,
Kapasitas produksi: 205.750 buah/ tahun dengan nilai
produkai : Rp. 9.175.641.000.00
2. Kerajinan Kayu (patung antik, patung Primitif):
Lokasi Kecamatan Selat, Manggis, Abang. Jumlah unit
usaha 305 unit Tenaga Kerja: 1.407 orang Nilai Investasi:
Rp. 527.403.600,00 Kapasitas produksi: 85.500 buah/tahun
Nilai Produksi : Rp. 2.332.196.000.00.
3. Kerajinan Perak
Lokasi sentra produksi: Kecamatan Bebandem, Rendang,
Abang, Kubu Karangasem. Jumlah Unit Usaha: 108 unit.
Tenaga kerja 560 orang. Nilai Investasi Rp. 824.540.000,00.
Kapasitas produksi 227.830 buah/tahun. Nilai Produksi
: Rp. 3.485.915-000,00
4. Industri Tenun Ikat (ATBM)/ Cagcag, (endek
dan songket)
Lokasi sentra produksi Kecamatan Sidemen, Bebandem,
Abang, Manggis, Selat, Karangasem. Jumlah Unit Usaha:
2.746 unit. Tenaga Kerja: 3.012 orang, nilai investasi:
Rp. 621.536.000,00. Kapasitas produksi: 132.408 m/tahun
Nilai Produksi Rp 8.538.524.000,00.
Potensi investasi di Bidang Industri Kecil dan
Kerajinan adalah kerjasama pemasaran hasil industri
kecil dan kerajinan serta penyediaan bahan baku terutama
perak
|